BEBISNIS DENGAN CINTA
Sumber: DIFFERENTIATION
Oleh
Hermawan Bartajaya (hal 35-39)
Kekuatan utama yang mampu menggerakkan bisnis Anda hingga mencapai kesuksesa adalah cinta
Dalam berbisnis, kita sering lupa bahwa yang kita hadapi setiap hari sebenrnya adalah manusia, bukan mesin atau komputer. Sekses tidaknya kita bebisnis banyak bergantung pada dukungan orang-orang sekitar kita. Jika mereka mencintai kita, tentu mereka akan dengan sepenuh hati memberikan segalanya buat diri kita. Cinta bukan hanya elemen paling penting dalam kehidupan pribadi kita. Dalam kehidupan profesional atau bisnis, cinta juga sangat berperan penting.
Ini pulahlah yang dikemukakan Tim Sander, Chief Solutions Officer di Yahoo dalam buku lose is the killer app. Untuk berhasil dalam bisnis, seseorang harus menjadi apa yang disebut oleh Tim Sanders “lovecat”. Lovecat adalah seseorang yang pintar,mampu menyenangkan orang laun, dan mencintai apa yang dikerjakannya dengan sepenh hati.
Seorang “lovecat” akan terus berupaya menambah pengethuannya dalam berbagai bidang. Namun pengetahuan ini baru akan berguna jika dia membagunya denga orang lain. Oleh karena itu, dia juga harus terus menjalin dan mengembangkan relasi dengan semua orang (network). Seorang “lovecat’ juga harus bis menunjukkan rasa empati kepada orang lain dan tidak segan-segan membantu jika diperlukan (compassion). Sikap ini juga akan membuat orang lebih mudah memaafkan jika kita membuat kesalahan.
Ketiga aset tidak terlihat inilah pengetahuan, menjalin relasi, serta rasa empati dan keinginan untuk selalu membantu yang harus terus dikembangkan dalam diri kita. Inilah aspek-aspek penting yang akan membuat kita mampu mempengaruhi orang lain, dan akhirnya membuat mereka menghargai kita sebagai seorang rekan ataupun pemimpin.
Kita juga harus menyadari, bisnis sebenarnya adalah sebuah permainan. Tentu saja, kita kita semua ingin memenangi “permainan bisnis” ini. Pemenang permainan ini adalah orang yang mencintai apa yang dia kerjakan dengan memahami aturan-aturan permainan secara baik.
Namun, jika dibandingkan pria, wanita tidak mengetahui dan memahami sebagian besar aturan itu. Akibatnya mereka kurang berhasil dalam permainan bisnis ini. Bisa kita lihat kurang wanita menduduki posisi puncak di berbagai perusahaan.
Pria tahu dan paham aturan-aturan ini karena mereka menciptakannya. Permainan bisnis ini telah dimainkan oleh pria sejak mereka masih sangat muda. Di pihak lain, wanita tidak pernah diajari bagaimana cara memainkan permainan bisnis ini.
Dalam buku Play Like a Man, Win Like a Woman, gail Evans, seorang exekutive Vise President di CNN, mengatakan bahwa memang sudah dari sananya pria lebih agresif, lebih terus terang, berani mempromosikan diri, “berkulit badak, dan lebih mementingkan mencapai kemenangan dari pada menjaga hubungan baik.
Sebaiknya wanita diajari untuk lebih bersikap koperatif dari pada kompetitif, lebih menikmati proses dari pada hasil, dan lebih mencari persetujuan dari pada mencari kesuksesan. Wanita juga cenderung tidak berani mengungkapkan pendapatnya karena takut dianggap salah atau tidak sopan. Sifat-sifat dan sikap-sikap yang kelihatannya saling bertolak belakang inilah yang membuatsebagian besar wanita kurang berhasil menjadi pemimpin di lingkungan bisnis yang didominasi oleh pria ini.
Wanita tidak harus menjadi pria untuk berhasil dalam bisnis, memang wanita harus mengetahui dan memahami atura-aturan permainan bisnis ini, namun dia harus tetap bersikap seperti wanita. Dengan kata lain, seorang wanita harus mencintai dirinya sendiri.
Keunggulan kompetitif utama kita sebagian besar berasal dari feel benefit bukan think benetif. Feeling atau perasaan merupakan akar yang dalam banyak hal mempengaruhi semua prilaku karena perasaan terkait dengan emosi. Emosi sangat mempengaruhi pemikiran seseorang. Emosi membentuk dan mempengaruhi penilaian. Emosi pula yang membentuk prilaku.
Jika karyawan perusahaan tidak merasa nyaman dengan apa yang dikerjakannya, tentu dia tidak akan mampu pula memberikan perasaan nyaman kepada pelanggan dan membuat pelanggan merasa nyaman. Oleh karena itu, perhatikanlah hal ini dengan sungguh-sungguh.
Pemenang utama dalam permainan bisnis adalah orang yang mencintai apa yang dikerjakannya. Kita tidak dapat bermain dengan baik jika kita tidak menikmatinya. Oleh karena itu, cintalah sebenarnya kebutuhan utama dan satu-satunya bagi kita, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Ingat apa yang dikatakan The Bealtles, band legendaris.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar