Sabtu, 21 Februari 2009

MANAJEMEN DIRI

MANAJEMEN DIRI

Sumber: buku berjudul MANAJEMEN KECERDASAN

Oleh Taufik Pasiak

Karunia tuhan : Otak

Otak disusun oleh 100.000.000.000 sel saraf dan mampu menghasilkan 3 jenis kemampuan yang diperlukan untuk mengelola (manajemen diri) : berpikir rasional (IQ), mematangkan emosi (EQ), dan mengutuhkan spiritual (SQ). Jika 3 fungsi otak dikelola dengan baik, manusia akan menjadi mahluktermulia. Jika tidak, ia akan seperti binatang, bahkan lebih rendah dari binatang. 3 fungsi otak ini dapat diwujudkan dengan baik jika seorang memahami bagaimana otak difungsikan. Akal dan hati adalah dua kerabat dekat yang dihasilkan karena otak difungsikan secara baik.

Manajemen diri

Manajemen diri menjadi mungkin dan dapat tereujud karena tuhan juga memberikan karunia lain yang dapat memperkuat fungsi otak : keinginan untuk menjadi baik dan kebebasan untuk memilih. Karunia di atas memungkinkan manusia memilih yang baik sekalipun di hadapannya terbentang jalan jelak.

Terdapat suatu kecenderungan yang kuat dalam diri manusia untuk melakukan atau menjadi terbaik dalam hal apa pun. Tak ada di dunia ini yang tidak berkeinginan menjadi baik, sekalipun di hidup dalam gelinangan dosa dan lumpur kejahatan.

Beberapa alat (tools) untuk mengelola doro menjadi cerdas, sehat, dan baik. Ini menjadi penting karena kegagalan mengelola diri lebih banyak disebabkan oleh ketidak tahuan memakai alat yang sudah ada dalam diri.

Berpikir rasional

Ada tiga hal yang menyusun kemampuan berpikir rasional : berpikir analitis, kritis, dan kreatif. Jenis cara manapun yang kita pakai, memiliki tujuan pemecahan masalah (problem solving) dan pengambilan keputusan (decision making)

Ketidakmampuan berpikir dengan baik cenderung membuat masalah tidak terpecahkan. Kesalahan berpikir juga menjadi sumber masalah. Berikut tiga dari sepuluh contoh kesalahan berpikir:

1. Should/must thinking : pikiran yang menganggap segala sesuatu itu bersifat hitam putih, boleh tidak boleh. Sehingga hasilnya adalah berpikir kaku, tidak fleksibel

2. Overgeneralization : menyamakan satu hal dengan semua hal. Hasilnya adalah kehilangan objektivitas.

3. Mind reading : isi pikiran yang disamakan dengan isi pikiran kita. Jika anda bertemu dengan kawan baik yang cuek terhadap anda, anda berkata bahwa dia sudah sombong, menganggap remeh dan tidak mau berkawan. Padahal mungkin kawan itu terburu-buru karena istrinya sakit.

Kematangan emosi

Prinsip utama kematangan emosi adalah kemampuan mengelola emosi. Seorang harus mengambil jarak dengan aspek-aspek emosi dirinya. Mula-mula ia harus mengenal emosi, lalu menatanya sesuai kebutuhan. Kematangan emosi meliputi keterampilan untuk sadar diri 9self awareness), motivasi diri, keterampilansosial 9sicial skill), dan kemanfaatan diri sosial.

Kematangan emosi menghasilkan keterampilan untuk membangun dan menguasai diri dalam konteks hubungan sosial. Banyak kegagalan hidup lebih banyak disebabkan oleh ketidak matangan emosi ketimbang kebodohan berpikir rasional. Orang-orang yang punya kecerdasan rasional gagal dalam karier dan rumah tangga karena tidak mengelola emosi dengan baik. Misalnya tidak mampu mengontrol marah, mudah bermusuhan, suka menyulitkan orang, senang melihat orang susah, tidak bisa bekerja sama, dan lain-lain.

Keutuhan spiritual

Poteni untuk selalu menjadi baik memaksa seseorang untuk mencari jalan bagi spiritualitasnya. Yang dicari adalah ketenangan hidup dan makna hidup. Semua ini tidak bisa diberikan oleh kelimpahan materi, ketinggian jabatan, dan popularitas.

Keutuhan spiritual dapat diperoleh melalui jalan-jalan yang brkaitan dengan integritas diri, penghormatan (komitmen) pada kehidupan, dan penyebaran kasih sayang dan cinta. Hal-hal ini tidak berkaitan langsung dengan ritual agama. Maksudnya tidak selalu orang yang rajin shalat, rajin ke greja, naik haji berulang-ulang adalah orang yang memiliki spiritualitas. Justru banyak agamawan yang kehilangan spiritualitas karena terlalu mengandalkan ritual, upacara dan formalitas agama. Ritualitas dan spiritualitas adalah dua hal yang berbeda walaupun berkaitan.

Kesehatan jasmani

Sehat jasmani adalah bagian penting dari manajemen diri, karena pikiran mesti butuh tubuh. Tubuh yang tidak sehat akan mengurangi (walaupun tidak menghilangkan) kekuatan diri dalam mencapai keutuhan diri.

Makanan, sehat, olehraga, relaksasi, dan melatih kecakapan fisik menjadi bagian penting manajemen diri. Hal-hal ini jika ridak dikelola dengan baik justru akan menjadi racun bagi otak yang akan menghambat pengembangan diri.

Harus memulai

Untuk berubah, apalagi untuk maju, seseorang harus memulai sesuatu yang diiakini. Manajemen diri harus dimulai kalau seseorang ingin menjadi unggul dalam kehidupan.

Banyak orang yang waktu hidupnya di dunia sudah relatif panjang, tetapi justru tidak bertambah kedewasaannya. Hanya fisiknya yang tua tetapi pikirannya tidak pernah dewasa. Sebaiknya makin bertmbah umur, makin arif dn bijaksana seseorang. Seharusnya makin cerdas, makin tingi pendidikan, makin baik pula orang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar