MOTIVASI BELAJAR
1. Arti Dan Pentingnya Motivasi Belajar
Motif diartikan sebagai daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam diri subjek untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata motif, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat tertentu, tertutama bila kebutuhan untuk mencapai tujuan dapat dirasakan/mendesak. (sardiman, 2004).
Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan prilaku manusia termasuk prilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya, harapan, tujuan, sasaran, dan insentif. Keadaan inilah yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan prilaku individu belahar (Dimyati dan Mudjiono, 1994).
Untuk mewujudkan terjadinya belajar, motivasi mempunyai kedudukan yang sangat penting artinya bagi pembelajar. Pada sisi pembelajar, pentingnya motivasi, yaitu:
a. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses, dan hasil akhir
b. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar
c. Mengarahkan kegiatan belajar
d. Membesarkan semangat belajar, dan
e. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar.
2. Jenis dan sifat motivasi
Sebagai kekuatan mental, motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Motivasi primer
Motivasi primer adalah motivasi didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani seseorang. Jenis motivasi ini termasuk memelihara kesehatan; makan, minum, istirahat, mempertahankan diri, keamanan, membangun, dan kawin.
b. Motivasi sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Jenis motivasi ini dapat berupa; kebutuhan organisme seperti ingintahu, memperoleh kecakapan, berprestasi, dan motif-motif sosial seperti kasih sayang, kekuasan, dan kebebasan.
Motivasi dilihat dari segi sifatnya, dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Motivasi intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang. Motivasi intrinsik erupakan dorongan agar pembelajar melakukan kegiatan belajar dengan maksud mencapai tujuan yang terkandung dalam perbuatan itu sendiri. Motivasi ini terjadi pada saat pembelajar menyadari pentingnya belajar dan ia belajar sendiri tanpa disuruh orang lain.
b. Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang. Motivasi ini adalah dorongan terhadap prilaku seseorang yang ada di luar pebuatan yang dilakukannya. Orang berbuat sesuati karena dorongan dari luar, mislnya guru memberikan hadiah, pujian, hukuman, memberikan angka tinggi terhadap prestasi yang dicapainya, tidak menyalahkan pekerjaan atau jawaban pembelajar secara terbuka sekalipun pekerjaan atau jawaban tersebut belum memuaskan, menciptakan suasana belajar yang memberi kepuasan dan kesenangan pada pembelajar, dan sebagainya.
Motivasi pada diri pembelajar perlu dihidupkan terus-menerus untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal dan dijadikan dampak pengiring, yang selanjutnya menimbulkan program belajar sepanjang hayat, sebagai perwujudan emansipasi kemandirian tersebut terwujud dalam cita-cit atau aspirasi pembelajar, kemampuan pembelajar, kondisi pembelajar, kemampuan dalam mengatasi ligkungan negatif, dinamika pembelajar dalam belajar.
3. Prinsip-prinsip motivasi
Motivsi memiliki beberapa prinsip dasar dalam kegiatan pembelajaran, yaitu:
a. Pujian lebih efektif dari pada hukuman.
b. Pemahaman yang jelas terhadap tujuan akan merangsang motivasi
c. Semua pembelajar mempunyai kebutuhan psikologis tetentu yang harus mendapat kepuasan
d. Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif dari pada motivasi yang dipaksakan dari luar
e. Motivasi yang besar erat hubungannya dengan kreativitas pembelajar.
4. Fungsi motivasi
Pada dasarnya motivasi berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Sardiman (2004) mengemukakan bahwa fungsi motivasi:
a. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebgai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
b. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian, motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
c. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bemanfaat tersebut.
Dalam kegiatan pembelajaran, motivasi mempunyai beberapa nilai atau makna. Nilai-nilai motivasi dalam pembelajaran, yaitu:
a. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya perbuatan belajar pembelajar.
b. Pembelajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat, yang ada pada pembelajar.
c. Pembelajaran yang bermotivasi menurut kreativitas dan imajinasi guru untuk berusaha secara sungguh-sungguh mencari cara yang relevan dan sesuai guna mengaktifkan dan memelihara motivasi belajar pembelajar.
d. Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan menggunakan motivasi dalam pembelajaran erat kaitannya dengan disiplin kelas.
e. Azas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral dari pada azas mengjar.
5. Bentuk dan cara menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah
Dalam pelaksanaan pembelajaran, terdapat beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi belajar, yaitu:
a. Memberi angka
Memberi angka dalam pembelajaran mempunyai arti penting bagi pembelajar. Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajar pembelajar.
b. Hadiah
Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian, karena hadiah untuk suatu pekerjaan mungkin tidak akan bagi senang dan tidak berbakat untuk suatu pekerjaan tersebut.
c. Saingan/kompetisi
Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar pembelajar. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar pembelajar.
d. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada pembelajar agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukuppenting.
e. Memberi ulangan
Pembelajar akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu, memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi.
f. Mengetahi hasil
Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalai terjadi kemajuan akan mendorong pembelajar untuk lebih giat belajar.
g. Pujian
Apabila ada pembelajar yang sukses dan berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah bentuk reinfocement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.
h. Hukuman
Hukuman sebagai reinfocement negatif ttapi kalau diberikan secara tepat dan bijak,bisa menjadi alat motivasi.
i. Hasrat untuk belajar
Hasrta untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik jika dibandingkan segala sesuatu kegiatan tanpa maksud.
j. Minat
Motivasi erat hubungannya dengan unsur minat.motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok.
k. Tujun yang dipakai
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh pembelajar, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, maka timbul gairah untuk terus belajar.
Refenrence
Judul buku: belajar dan pembelajaran
Penulis : Abdul Haling
Badan penerbit UNM, 2007


Tidak ada komentar:
Posting Komentar